Jumat, 01 Mei 2009

ISO 14001

Sekilas ISO 14001

ISO/TS 16949

Sekilas tentang ISO/TS 16949

Sejarah ISO 9001

ISO 9001 sebelumnya adalah terbagi menjadi beberapa seri antara lain seri 9001, 9002 dan 9003 pada edisi 1994. Secara hirarli ISO 9001 sendiri dimulai dari edisi I tahun 1987, kemudian edisi II 1994 dan pada edisi III tahun 2000 seri 9001, 9002 dan 9003 dilebur menjadi ISO 9001. Edisi terakhir adalah tahun 2008 yang merupakan penegasan dari versi sebelumnya.
'
Secara karakteristik terdapat perbedaan yang mencolok antara versi 1994 dan versi 2000 atau 2008, perbedaan tersebut antara lain :
'
Versi 1994
1. Pendekatannya pada klausul/elemen standar.
2. Cenderung pada “ product conformity “
3. Persyaratannya cenderung utk manufakturing.
4. Istilah yg digunakan cenderung utk manufakturing.
5. Tanggung jawab top management kurang tegas.
6. Sasaran mutu kurang tegas.
7. Beberapa elemen sulit diimplementasikan (jasa).
8. Elemen yg boleh ditiadakan kurang tegas.
9. Pengembangan SDM kurang tegas.
'
Versi 2000 & 2008
1. Pendekatannya pada proses (seperti proses bisnis).
2. Berorientasi pada kepuasan pelanggan & jaminan mutu.
3. Mendorong peningkatan yg berkelanjutan.
4. Mendorong pengembangan SDM.
5. Dapat digunakan oleh semua aspek bisnis.
6. Produk dituntut memenuhi persyaratan pelanggan
& peraturan terkait. (air minum kemasan:SNI 3553, konstruksi:PBI, automotiv..)
7. Kompatibel dengan standar manajemen lainnya.
-Lingkungan
-Keselamatan
'
Pada awalnya ISO 9001 yang lebih dikenal ISO 9000-nya diadopsi oleh 70 negara dan pada saat itu pasar tunggal eropa mensyaratkan sistem management mutu ISO 9000 ini.
Pada awalnya ISO 9000 sebagai tuntutan pasar ternyata memberikan nilai tambah antara lain :
* Peningkatan efisiensi
* Peningkatan produktifitas
* Penurunan biaya
* Peningkatan kepuasan pelanggan
maka karena dirasakan sebagai kebutuhan banyak perusahaan didunia yang mengadop sistem mutu ini. Awal 1987 s/d maret 1990 sudah 95.187 sertifikat yang dikeluarkan dengan komposisi 50% adalah perusahaan Inggris, 20% perusahaan Eropa dan 30% negara-negara Asia Barat, Asia Tenggara dan Afrika.
Di Indonesia sendiri pada tahun 1996-an hanya 170 perusahaan yang bersertifikat ISO 9001, namun pada tahun 2001 sudah mencapai 3000-an perusahaan. (data menurut tulisan Dr. Ir. H. Dede Setiadi)
'
Dalam perjalanannya seri ISO yang awalnya banyak klausul mencapai 20 kalusul versi 1994, mulai tahun 2000 disederhanakan menjadi 8 klausul dan lebih friendly terhadap standar mutu yang lain.